Hai rindu, kini kau mengajak sepi mendatangiku lagi bersamamu. Memahami rasaku, memahami hatiku. Bersama awan yang membawa rintik hujan yang semakin menambah rasa rindu ini kepadamu. Mengulang memori indah kita bersama menjalani kisah dalam suka dan duka. Dan kaupun kini menjauh dan meninggalkan rasa yang begitu menyesakkan dada. Membuatku gila.
Inginnya ku sapa kau saat ini, ku beri senyum terbaikku, ku beri pelukan terhangatku, ku buat kau merasa nyaman berada disisi ku.
Ingatkah saat peratama kali kau ungkap rasa itu :') Kau begitu lucu dengan setiap tingkah gilamu. Kau begitu berbeda di mataku. Membuat ku selalu tersenyum tersipu malu. Walau kadang kau juga mengganggu, tapi aku suka rasa itu. Bolehkah aku minta waku di putar kembali? Terlalu bodoh memang jika aku memintanya kembali, karena jika itu terjadi kau tak mungkin disisi ku kini.
Itu dulu saat kita masih berseragam putih abu-abu. Masih dalam metamorfosa menjadi dewasa, yang nantinya kelak kita akan menjalani hidup yang sebenarnya. Tapi kini semua kan sudah berbeda, kita bukan lagi sepasang remaja yang baru di mabuk cinta. Bukan juga merasakan Cinta Monyet ala remaja yang baru mengerti cinta. Kita sudah sama-sam dewasa, sudah punya tanggung jawab hidup kita sendiri. Sudah buakn lagi seperti ulat yang menjadi kepompong lagi. Tapi kita sudah jadi kupu-kupu yang terlepas dan hidup menghadapi dunia kita sendiri.
Maunya si egois tapi aku bukanlah tipe orang yang seperti itu, karena kau belum sepenuhnya jadi milikku. Kita masih dalam sebatas 'hubungan' dan belum menjadi 'ikatan'.
Mungkin sebentar lagi kita akan sibuk dan mungkin saja jarang memperhatikan satu sama lain. Aku juga tak ingin banyak menggangumu meraih mimpi dan citamu kelak. Aku pun juga ingin meraih mimpiku sendiri dan bisa menjadi banggaan orang terkasihku. Tapi setidaknya kita terus perduli dan menjaga hati kita sampai nanti. Jujur mungkin kau bosen terus mendengar kata ini dari ku yaa 'Rindu' , mungkin kau ingin aku berhenti dan menjalani semua ini dengan caraku sendiri sendiri. Tapi aku bisa apa? Ini hati yang berbicara, bukan lagi hanya ucapan belaka. Sungguh aku pun juga tersiksa dengan rasa ini, ingin ku berhenti tapi aku tak bisa. Aku masih bangga dan bahagia menjalaninya.
Menunggumu kembali, melihat senyummu, tawamu menjahiliku, mencium keningku, dan menggenggam hangat tanganku, dan berkata "Aku akan selalu ada untukmu" dan aku juga menjawab "Aku juga akan berusaha selalu ada untukmu" begitu ku nanti.
Yang jelas walau kini jarak memisahkan kita, walau kini waktu membatasi rasa kita. Aku ingin kata 'kita' akan terus ada.
Dan kelak jika emang Tuhan dan takdir mengijinkan kita bersama maka 'kita' akan menjadi sebuah 'ikatan' yang akan mewarnai kehidupan kita kelak nanti sampai di surga. :')
Teruntuk dirimu yang kini sedang ku Rindu.
Rabu, 02 Juli 2014
Aku
Aku bukanlah seorang yang mudah berbagi cerita dengan orang lain. Tapi disini aku ingin berbagi keluh kesah yang aku miliki. Sudah tak ada ruang yang sanggup memuat semua keluh kesah, semua rasa yang ada. Kadang aku berpikir aku butuh sendiri, sanggup menjalani semua sendiri, berpikir bahwa aku harus menjadi sosok yang kuat yang mampu melewati semua cobaan dan masalahku sendiri. Tapi kini aku sadar bahwa hidup tak sesederhana itu. Hidup tak semudah angin membawa debu yang berterbangan di jalanan yang aku lewati. Aku hanya ingin berbagi tanpa merasa menyakiti hati orang lain yang aku kasihi, tanpa membuat mereka terluka dan khawatir tentang semua masalahku. Tapi disini tempatku menulis isi hati :)
Langganan:
Postingan (Atom)